Internet sebagai bidan eksistensi

Melalui internet, kemudahan dalam memenuhi kebutuhan informasi dan penyaluran bakat serta minat semakin terbuka lebar, apalagi kini banyak provider yang menawarkan paket hemat dan murah meriah untuk berselancar di dunia maya, sehingga akses internet dimanapun kini tak ada kendala atau kesulitan.

Flashback ke masa remaja saya di tahun 90an, ketika saya sangat berminat pada dunia tulis menulis, saya beberapa kali mengirimkan tulisan saya  ke media cetak majalah atau tabloid, berupa cerita pendek dan artikel yang diketik pakai mesin tik sederhana yang manual juga butut, sebagian malah ditulis tangan pada kertas folio dengan pulpen hitam, namun tak satupun yang dimuat pada media tersebut, entah karena tulisan saya yang belum layak atau karena teknis menulisnya yang masih kurang memenuhi syarat.

Namun semangat saya tak surut saat itu, tulisan saya tetap dibaca oleh teman-teman sekolah melalui Majalah Dinding di sekolah, juga kertas berisikan cerpen saya dibaca teman-teman secara bergiliran, cukup senang arena mereka suka dengan cerita yang saya buat saat itu.

Seiring berjalan waktu, pada akhirnya di tahun 2008. saya yang tadinya rajin browsing internet, hanya baca berita, chatting dan baca blog-blog artis, akhirnya membuat blog sendiri, pertama menulis di blog dan ada yang memberi komentar pada tulisan yang saya buat, senangnya bukan main, karena saya merasa tulisan saya ada yang membaca dan sudah dipublish ke kalayak ramai.

Setiap ada perlombaan menulis, saya berusaha untuk ikut, tujuannya pasti ingin mendapatkan hadiah, tapi saya tak berharap banyak atau menjadikan keutamaan untuk menang dalam ikut lomba, saya menganggap dengan ikut lomba menulis di blog, sebagai ajang latihan dan memperkenalkan blog pribadi saya ke dunia luas, khususnya didunia maya, alhamdulilah sebagian tulisan yang saya ikutsertakan ada yang menang, ada juga yang tidak, namun saya kembali pada pandangan bahwa dengan mempunyai akun blog saja sudah merupakan keuntungan besar bagi saya, selain bisa melatih diri, juga bisa menyalurkan bakat dan minat menulis di blog. Jika menang lomba atau mendapat bonus hadiah dari aktifitas online, anggap saja itu bonus tambahan yang bernilai tinggi.

Setelah blog, saya menjajal Facebook di Tahun 2009 dan Twitter di Tahun 2010, semakin banyak teman untuk berinteraksi, juga semakin lebar peluang untuk menempa bakat dan menyalurkan hobby menulis, karena dari teman facebook dan twitter, selain ada para blogger juga ada penulis-penulis yang handal dan mau berbagi ilmu, akhirnya kami pun melakukan gathering dan melakukan kegiatan sharing ilmu, bedah buku dan membuat komunitas, pertemuan yang diawali dari dunia maya menjadi nyata, sungguh suatu keberkahan dan nilai positif bagi kami semua.

Karena dari kegiatan dalam komunitas blogger tersebut sering dipublish pada platform media tempat kami bernaung dalam ngeblog, maka minat para blogger untuk bergabung semakin banyak, dan mulai dilirik oleh media untuk melakukan kerja sama dalam sebuah event. Seperti lomba menulis pada blog masing-masing dengan hadiah dari pribadi atau sponsor, maka dengan demikian orang-orang jadi tahu dan mengunjungi blog personal kita. Biasanya Tagline blog kita bisa lebih terkenal daripada kitanya sendiri, karena orang lebih mengenal karya kita, namun seiring berjalan waktu, orang pun akan mencari tahu siapa pemilik blognya.

Berkat internet pula saya dapat menemukan penerbit buku self publishing, yang membuat saya sangat mudah untuk membukukan tulisan yang ada di blog saya menjadi sebuah buku, prosesnya tak perlu keluar rumah, naskah dibuat, diemail dan transaksi biaya percetakan, maka jadilah buku saya, dan dipasarkan melalui dunia online juga, promosi melalui facebook dan twitter.

Bukan kendala lagi untuk menjadikan diri eksis, dengan internet semua keinginan saya untuk mempublikasikan karya tulisan serta mempromosikan hasil karya begitu mudah tercapai, walau tak dipublish oleh media terkenal, namun manfaat dan hasilnya terasa memuaskan juga.

Dengan fasilitas internet, saya yang bukan siapa-siapa, yang bukan celebrity, namun bisa membuat sesuatu melalui tulisan juga sesuatu gagasan positif dalam sebuah komunitas, bisa membuat orang lain banyak mengenal saya secara nama pena maupun secara pribadi, padahal tidak ada pementasan atau aksi panggung, namun bisa membuat eksis berkat internet tentunya.

Namun, penggunaan internet dalam kegunaan eksistensi, harus pula diimbangi dengan kebijaksanaan dalam penggunaannya, jangan sampai lupa diri terhadap aktifitas dunia nyata yang harus dilakukan, seperti silaturahim di dunia nyata, melakukan tugas dirumah dan pekerjaan dengan baik dan tidak mengganggu quality time dengan keluarga.

Eksistensi dengan internet bisa kita manfaatkan untuk menebar kebaikan dan manfaat untuk orang banyak tentunya, serta tak pelit untuk berbagi ilmu yang kita punya, sopan santun seperti di dunia nyata dalam dunia maya pun diusahakan harus sama, agar eksistensi tersebut semakin mengasyikkan dan membuat semua nyaman.

Postingan ini diikut sertakan pada lomba yang diselenggarakan oleh  AXIS

Dinamika Indahnya Bandungku

Bandung Ibukota Provinsi Jawa Barat, kota kelahiranku yang tercinta, dulu banyak sekali pepohonan rindang dan berbunga aneka ragam serta hawa pegunungan yang menyeruak ke kawasan kota, membuat Kota Bandung sejuk.

Walau kini pembangunan fisik, Perumahan, Mall, Gedung pemerintahan baru dan perluasan lpemukiman penduduk sudah meluas membuat hawa di Bandung tak lagi sesejuk dulu, namun masih ada ciri khas bahwa Bandung masih layak menyandang predikat “Kota Kembang” yang punya magnet untuk menjadi daerah pariwisata atau tujuan kunjungan dari berbagai tempat.

Keindahan Bandung yang terpancar dari Kota yang punya atmospher seni, budaya dan pendidikan, dari Bandung banyak hal yang menarik untuk dijadikan acuan dalam memaknai hidup, jika browsing di internet pasti banyak hal yang bisa diketahui hal-hal menarik yang ada di Bandung.

Dari seni yang punya ciri khas, keramahtamahan penduduknya yang bertutur sapa lembut, selalu mengutamakan sinergi dengan sesama saudara sebangsa dari provinsi lain dan selalu membuahkan karya yang dapat dibagi.

Bandung adalah surganya kuliner dan belanja, untuk fashion selain modelnya up to date harganya pun miring, apalagi jika berbelanja di Factory Outlet yang tersebar di beberapa titik, seperti Jl. Aceh, Jl.Sumatera, Jl.Ir.H.Juanda, Jl.Lombok, Jl.Sukajadi dan Jl.Riau, jika ingin menikmati pasar tradisional yang menyajikan segala macam yang kita ingini dari mulai pakaian, sepatu, tas sampai makanan dan bahan belum jadi, bisa ke Pasar baru, yang terletak berdekatan dengan Alun Alun Jalan Asia Afrika, disitu pun ada kompleks belanja bernama Pasar Kota Kembang dan King Shopping Centre yang banyak jadi tujuan berbelanja para artis juga.

Di Bandung kompleks pertokoan pun di design khusus dan unik, mungkin hanya ada di Bandung, khusus toko-toko Jeans yang berderet di sepanjang Jalan Cihampelas, setiap toko punya interior unik khas anak muda disertai umbul-umbul dan properti yang menampilkan ciri khas toko-toko tersebut agar mudah diingat dan mengundang orang untuk kembali datang, jadi bukan hanya sekedar toko, bisa juga jadi tempat rekreasi.

Untuk Kuliner, jika restoran itu hal biasa ya, namun ciri khas Bandung yang punya banyak tempat jajanan tenda yang unik dan fun, tersebar di banyak tempat, rasanya tak kalah dengan makanan yang disajikan restoran, makanan unik khas Bandung yang ngangeni adalah, Surabi (Kue serabi yang dikasih toping oncom, gula merah atau selai), Pisang Molen, Lotek (Kangkung, toge, kol, labu yang dicampur sambel kacang yang dikasih kencur dan perasan jeruk limau) Krupuk Gurilem (Krupuk pedas yang gurih) Sop Buah (campuran aneka buah-buahan dibubuhi es serut dan sirop atau gula cair) dan Colenak (Tape bakar yang dibubuhi kelapa parut campur gula merah dan santan).

Selain surga Belanja dan Kuliner, Bandung tempatnya seni dan budaya berkembang pesat, salahsatunya adalah Saung Angklung Udjo, yang merupakan tempat workshop,pertunjukan, kerajinan alat musik angklung yang terbuat dari bambu, yang bertahan turun temurun dapat dilestarikan dari keluarga Udjo, bertempat di Jl.Padasuka No.118, dekat sekali dengan rumah orangtua saya disana, jika dari Terminal Cicaheum naik ojeg saja, semua sudah tahu.

Jika ingin menyusuri peran Bandung dalam sejarah Indonesia di kancah dunia, bisa jalan-jalan melalui Jalan Asia Afrika, disana terdapat Museum sekaligus Gedung tempat Konferensi Asia Afrika dilakukan pada Tahun 1955.

Tiga ratus meter dari Museum Asia Afrika, bisa ditemui daerah Jalan Braga, yang didominasi gedung-gedung tua peninggalan Jaman Belanda, setahun sekali ada festival Budaya di sepanjang Braga ini. Indah sekali jika buat berfoto atau sambil menikmati kuliner didaerah Braga, tak jauh dari Jalan Braga ada Alun-Alun atau pusat Kota, disana terdapat Mesjid Raya Bandung yang mempunyai Menara Kembar yang megah, bisa sambil beribadah juga berwisata.

Ditengah pemukiman Bandung yang kini mulai padat, karena banyak pendatang dari berbagai daerah untuk tujuan melanjutkan pendidikan serta berbagai kepentingan, namun tetap mengutamakan ciri khas yang tak akan pernah hilang sebagai Kota pusatnya orang merasa cocok membuat karya seni dan merasa damai berada ditengah keramahan kota yang penuh dinamika penduduk dan budayanya.

Memaparkan Bandung Kota kelahiranku melalui Blog adalah sebagai wujud cinta kampung halaman yang sangat dalam, sebab kini aku berada di perantauan Ibu Kota Jakarta.

Bahagianya Lebaran di Kampung Halaman

Lebaran adalah saat yang dinanti umat muslim, selain merupakan moment kemenangan setelah sebulan berpuasa, juga menyucikan diri dengan memohon ampun pada Allah SWT.

Memfitrahkan diri tak cukup dengan sholat idul fitri, membayar zakat dan memohon ampun sama Yang Kuasa, ada yang tak kalah penting yaitu saling memaafkan dengan sesama dan keluarga besar di kampung halaman.

Saya termasuk perantau di Jakarta yang setiap Lebaran pasti mudik ke Bandung, ada jatah 2 minggu libur lebaran biasanya, disana selain merayakan hari kemenangan sambil berkumpul dengan keluarga besar dari ayah ibu juga saudara saudara yang jarang sekali ketemu, biasanya kami saling berbagi apa saja, dari mulai berbagi informasi, materi,cerita juga pengalaman.

Kesibukan didapur mempersiapkan hidangan waktu lebaran dan hari-hari berikutnya sangat menyemarakkan, saya dan keluarga besar satu nenek saling menonjolkan resep andalan, sambil masak dan meracik bumbu kami ngobrol dan bersenda gurau.

Rasanya waktu tak cukup walau libur selama dua minggu dihabiskan disana, karena antusias ketemu saudara yang jauh juga bisa bercengkrama dengan keluarga menyelusuri masalalu dengan ungkapan rasa syukur disaat itu.

Yang lebih seru lagi ketika janjian dengan teman-teman sekolah, kuliah dan saat bekerja di Bandung, beruntung sekali kami bisa sempat reuni juga di moment Lebaran, kami selalu reuni dirumah saja, agar lebih leluasa ngobrol, makan dan saling cerita sepuasnya.

Jika masih ada waktu tersisa, biasanya kami sekeluarga keliling Bandung ke tempat-tempat favorit kami dahulu dan membeli makanan khas yang tak ada di Jakarta, seperti krupuk gurilem, kripik mak icih, pisang molen kartikasari, brownies amanda, kupat tahu, lotek dan masih banyak lagi.

Berlebaran di kampung halaman memang seru dan membahagiakan, karena begitu banyak yang ingin dirasakan dan dimanfaatkan untuk merasakan kembali kehangatan dan kenangan masalalu bersama keluarga dan teman-teman.

Berbagi setetes embun dipadang pasir

Untuk masalah berbagi takjil dijalan raya, saya belum pernah melakukannya, tapi kalau mengadakan buka puasa di panti asuhan atau rumah singgah sudah setiap tahun alhamdulillah bersama teman-teman di Gerakan Berbagi.

Saya ingin berbagi opini saja, untuk masalah berbagi takjil di jalan raya, saya merasa hal ini adalah cara yang pas untuk berbagi terhadap sesama disaat urgent dan disaat yang tepat ketika semua orang membutuhkannya, tak memandang bahwa yang dibagi takjil ini kaya atau miskin, yang jelas moment ini seperti saat situasi terdesak, jika hal yang dibutuhkan tidak tersedia, mobil mewah, uang melimpah dan dandanan perlente pun tak akan bisa memenuhi kebutuhannya, karena disaat maghrib tiba, harus menyegerakan berbuka puasa walau hanya minum air atau makan makanan ringan.

Situasi yang tak memungkinkan para pengendara parkir dulu sekedar mencari warung atau restoran, juga penumpang metromini yang tak mungkin turun dulu untuk membeli makanan, karena diburu waktu juga kondisi yang serba terbatas mengharuskan yang masih dijalan raya dengan kendaraan pribadi maupun umum harus meneruskan perjalanannya.

Peran orang yang berbaik hati membagikan takjil dijalan raya sangat membantu dan memberi kelonggaran buat yang ingin menyegerakan berbuka puasa, haus dan lapar jadi bisa teratasi sementara dan perjalanan pun tak mengalami hambatan, sudah pasti para pengguna jalan raya yang berpuasa dan ingin menyegerakan berbuka akan serasa mendapatkan setetes embun dipadang pasir, karena dengan takjil yang dibagikan gratis tersebut sangat berharga dalam perjalanannya baik untuk si miskin atau si kaya atau yang biasa biasa saja.

Merasakan tema berbagi takjil dijalan raya ini jadi menginspirasi saya untuk kedepannya ada niat untuk melakukan hal tersebut, semoga terlaksana :)

Berbagi tak pernah rugi.

Jangan kecil hati bila tak masuk kriteria Muslimah Beauty 2011

Saya baru lihat ketentuan kontes ini, pertama, dari ketentuannya sangat selektif, untuk ukuran fisik sangat menentukan harus tinggi, langsing, cantik dan terawat, dari segi wawasan dan intelektualitas serta wawasan religi, harus pandai mengaji dan bisa berbahasa asing, WOW!!! benar-benar ciri khas dan pantas jadi duta muslimah yang unggul.

muslimah-beauty-baru

Tak ada salahnya keberadaan kontes ini, untuk memotivasi karya dan kualitas muslimah Indonesia, dan mendorong kaum hawa untuk bisa maju dalam mengusung syariat Islam yang dianutnya.

Event ini sangat positif dan beretika, karena setiap kontestan wajib mengenakan pakaian tertutup plus jilbab, selain itu wawasan pun diuji sampai seluas-luasnya, dari mulai interview, penguasaan bahasa asing dan baca Al Qur’an.

Sangat memberi warna dan membalikan makna dari sebuah kontes kecantikan, yang biasanya identik dengan pamer aurat dan kecenderungan fisik semata, namun dalam kontes ini mengedepankan makna religi, etika dan intelektualitas peserta.

Dilihat dari bernagai hadiah bagi pemenang, sangat sesuai dan begitu istimewa, bagaimana tidak? selain dapat Umroh untuk 2 orang, jadi duta fashion muslimah dunia selama setahun, dapat Notebook dan HP sertakesempatan magang di perusahaan berbasis Syariah.

Semoga saja pemenang atau para kontestan terpilih dalam ajang ini dapat memberikan inspirasi positif bagi sesama muslimah dimanapun berada, supaya bisa meningkatkan perawatan diri, memperluas wawasan, memupuk keimanan serta berlaku baik dalam setiap langkah hidup.

Namun, bagi Muslimah yang tak masuk kriteria dalam kontes tersebut tak perlu berkecil hati, dengan berlaku yang sesuai syariat, beretika dan tak lupa melakukan kewajiban ibadah serta menuntut ilmu sedalam dalamnya, sudah menjadi Beauty Muslimah selama lamanya.

Ngabuburit di maya punya dunia

Menunggu saat berbuka puasa pada jaman teknologi canggih benar-benar memudahkan, efisienkan waktu, hemat energi dan memacu kreatifitas.

Bagaimana ini bisa saya katakan? karena berbagai berita, ulasan produk makanan dan jajanan pun kini dijual dengan cara online, membuat kita gak perlu repot repot keluar, jadi bisa bersenang senang walau tak keluar rumah, rasa boring itu tak menghampiri karena fasilitas si maya punya dunia alias dunia maya menyuguhkan berbagai sarana untuk kita berselancar menjelajahi segala apa yang ingin kita ketahui, dengan catatan yang positifnya aja biar komputer kita pun selamat dari virus.

Berselancar di dunia maya, tak mengurangi nilai ibadah kita, banyak situs yang mengulas kegiatan ramadhan juga segala tausiyah yang kita butuhkan, bahkan mengaji dan baca Qur’an bisa dilakukan dengan fasilitas internet.

Disela sela optimalkan ibadah puasa Ramadhan kita, tentunya kita bisa eksplore kreativitas dan memacu segala opini untuk dituangkan dalam sebuah tulisan, sarana yang tepat untuk menuangkan ide kreatif, informasi dan segala hal tentunya lewat blog, dan blog yang asyik tentunya di blogdetik karena sering banget bagi bagi reward atau apa saja yang bermanfaat, maka tak heran saya sangat betah di blogdetik ini, sampai-sampai saya punya beberapa lapak di blogdetik ini, dan rumah yang baru saya bangun ini malahan khusus sebagai tempatku ngabuburit setiap harinya dengan tujuan jangka panjang semoga blog ini bisa di optimalisasikan seperti blog-blog saya yang lainnya.

Apakah seru ngabuburit hanya di si maya punya dunia? sendirian duduk didepan komputer tanpa cuap-cuap seperti yang pada ngabuburit di mall atau di tempat kongkow diluar sana? hei……jangan salah, ngabuburit di si maya punya dunia lebih seru juga, selain berselancar di situs-situs bermanfaat, juga bisa sambil online FB, Twitter, YM, nah pas ngabuburit gini rame juga banyak teman dan saling tukar pikiran saat mau posting ngablogburit, pokoknya seru deh, dengan adanya ngablogburit seolah saya, teman,  adik sepupu yang tinggal dilain kota jadi berkompetisi dan janjian ikutan ngablogburit bareng bareng di si maya punya dunia tepatnya di Blogdetik dong :)

Sumpeh, waktu mengalir dan berjalan begitu cepat, tak terasa soalnya saat kita berpikir dan menulisuntuk ngablogburit rasanya begitu tak cukup waktu sedikit. So, disinilah ngabuburit paling asyik.

Hello world!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!